Tinggalkan komentar

Rachmat Yasin

Nama lengkap : Drs. H. Rahmat Yasin, M.M

Tempat dan Tanggal Lahir : Bogor, 4 November 1963

Orang Tua : KH. M. Yasin dan Hj. Nuryati

Istri : Hj. Elly Halimah

Anak :

1. Amira Eka Pratiwi

2. Salma Isni Ramadhani

3. Naura Tri Kamilla

Riwayat Pendidikan :

- SDN Sindang Barang Bogor Lulus Tahun 1975

- SMPN 4 Bogor Lulus Tahun 1979

- SMAN 1 Bogor Lulus Tahun 1982

- Fakultas Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta (S1) Lulus Tahun 1988

- Universitas Satya Gama Jakarta S2) Lulus Tahun 2001

Riwayat Pekerjaan :

- Legal Officer PT. ADEM AYEM PERMAI Tahun 1987 – 1996

- Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bogor Tahun 1997 – 1999

- Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bogor Tahun 1999 – 2004

- Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tahun 2004 – 2009

- Bupati Bogor Tahun 2009 – 2013

Halal bi Halal Alumni 1979 SMPN 4 BOGOR

Bogor, metropuncaknews.com – Wajar saja apabila Bupati Bogor H. Rachmat Yasin (ALUSPAT’79) dijuluki Bapak Pembangunan Kabupaten Bogor. Pasalnya, selama Ia menjabat sebagai Bupati Bogor sudah sebelas kali  mendapat penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Seperti pada minggu lalu,  RY mendapat Satyalencana Pembangunan bidang perkoperasian di Palangkaraya Kalimantan Tengah. Hari ini kembali meraih penghargaan di bidang pertanian. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh  SBY di Hotel Grand Indonesia Jakarta, Rabu (18/7).

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab, Bogor M. Zairin, epada wartawan mengatakan, penghargaan itu diberikan kepada Bupati Bogor karena telah berhasil dalam program  Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Pada tahun 2010, Kabupaten Bogor telah berhasil meningkatkan produksi padi sebesar 7,3 persen dari tahun sebelumnya.

Zairin menjelaskan, pada tahun 2006 Presiden SBY mencanangkan program  Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Peternakan (RP-3) untuk Kementerian Pertanian. Sebagai tindaklanjut  program tersebut, Kementerian Pertanian meluncurkan program P2BN. Untuk menyukseskan program tersebut, Kementrian Pertanian mewajibkan setiap Kabupaten/Kota se-Indonesia menaikkan produksi sebanyak 5 persen dari produksi tahun – tahun sebelumnya.

“Karena kita berhasil melampaui target dari yang ditargetkan Kementrian yakni 5 persen, sementara kita berhasil sampai angka 7, 3 persen, maka pemerintah memberikan penghargaan kepada Bapak Bupati,”ungkapnya.

Penghargaan ini tambah Zairin, juga sebagai pengakuan dari pemerintah pusat bahwa program revitalisasi pertanian dan pembangunan yang berbasis perdesaan,  yang dicanangkan  Bupati Bogor berjalan dengan baik.

Lebih lajut Zairin mengatakan,  program RP-3 ini memang  selaras dengan misi Bupati Bogor. Yakni meningkatkan perekonomian daerah yang berdaya saing dengan titik berat pada revitalisasi pertanian dan pembangunan yang berbasis perdesaan.

Untuk itu, fokus program revitalisasi pertanian di Kabupaten Bogor dititik beratkan pada penguatan sumber daya manusia, kegiatan budidaya  dan panen serta pasca panen. Hal itu dilakukan untuk menyuksekan program revitalasi pertanian

“Untuk menyukseskan program revitalisasi pertanian di Kabupaten Bogor, kami memberikan bantuan kepada masyarakat petani berupa mesin traktor, pompa air, hand sprayer, power weeder (alat pembersih gulma), caplak,  benih unggul dan pupuk, bantuan alat pengolah hasil, pembangunan lumbung masyarakat, perbaikan jaringan irigasi desa dan jaringan irigasi usaha tani dan   pembangunan jalan usaha tani serta jalan produksi pertanian,” papar Zairin.

Bersuka-ria di acara halal bi halal

Sementara Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi Kabupaten Bogor TB.Luthfi Syam menambahkan, penghargaan ini oleh Bupati didedikasikan kepada masyarakat khususnya masyarakat petani. Ini juga wujud kongkrit dari revitalisasi pertanian yang menjadi program unggulan Rachmat Yasin dan Karyawan Faturachman yang sudah terlihat di sektor padi.

Tentunya ini sudah suatu hal yang luar biasa ditengah tekanan yang luar biasa, Kabupaten Bogor masih mampu meningkatkan produksi padi. Harapan pemerintahan daerah,  penerimaan penghargaan ini merupakan pemicu semangat untuk lebih meningkatkan kinerjanya.

“Walaupun kita menghadapi masalah berat di sektor pertanian, Kabupaten Bogor adalah wilayah urban dan desakan alih fungsi pertanian sangat tinggi. Dari sekitar 340 ribuan lahan pertanian cenderung merosot.  Untuk alih fungsi ke perumahan pemerintah dapat mengendalikannya,  tapi yang jadi masalah jika masuk ranah perseorangan.  Ini juga dipengaruhi perilaku masyarakat yang mulai menjauhi kegiatan pertanian apalagi anak muda,” tambah Luthfi.

.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: