7 Komentar

Warta – Alumni SMPN 4 BOGOR

Kehadiran blog / Website ini akan memberikan tambahan pengetahuan ataupun berita  Alumni SMPN 4 BOGOR, bagi siapapun yang ingin tahu  dengan keadaan ex siswa / guru dari almamaternya. Kamipun menerima dengan tangan terbuka bagi rekan-rekan alumnus yang berhubungan dengan keadaan sekarang ataupun waktu lampau . Mudah-mudahan melalui blog ini diharapkan lebih mempererat tali silaturahmi dan menambah panjang umur, dengan adanya data dan berita yang dapat diinformasikan,  dapat menambah khasanah & wawasan rekan-rekan. Amien……………………………………..

Hedi Achadiat S Sumawikarta:
Inalillahi wainailaihi roji’un… telah meninggal dunia mantan guru kita/wkl kepala sekolah SMP N. 4 Bgr era th. ’70 an Bpk. H.Jubaedi… rumah duka di Sindang Barang jero Bogor (Vila Ratu Endah), dimakamkan di Cicurug Sukabumi. (20 Juli 2012)

.

telah wafat bapak Said Fadhil bin Ralib (67 tahun), pensiunan guru SMPN 4 BOGOR,

rumah duka di Komplek Taman Cibalagung dan dimakamkan di TPU Dereded BOGOR.

( sebagian komentar-2 dari FACEBOOK)
@-Teguh Herwandi:
Yaa Allah Engkau tunjukkan kepada kami atas takdir dan KuasaMu…, Engkau panggil salah satu hambaMu yg terbaik, guru kami semasa smp Bp fadil… DisisiMulah adanya pengampunan, maka ampunilah segala kesalahan, kekurangan & kekhilafan beliaiu , sambutlah beliau dalam kasih sayangMu dan tempatkan Alm disisiMu yg terbaik, amiin Yaa Arhamar rahimiin…
@-Eka Sri Noviastarini:
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ. Semoga semua amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT dan diampuni semua kesalahannya serta keluarga yg ditinggalkn diberi kesabaran
@-Rahmat Wirakartakusumah:
Innalillahi wa innailaihi roji’un turut berduka cita , semoga amal ibadah beliau diterima di ampuni segala dosanya … Aamiin
@-Diyanuarita Haridini:
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ Innalillahi wa innailaihi roji’un turut berduka cita , semoga amal ibadah beliau diterima di ampuni segala dosanya … Aamiin
@-Yustika Sari :
turut berduka cita , semoga beliu diampuni dosanya, diterima amal ibadah, diterangi kuburnya dan diberi tempat yang enak disisiNya. Amiin
@-Uke Sukmawati : اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ
@-Mita Effendie :
Innalillahi wa innailaihi roji’un turut berduka cita , semoga diterima amal ibadahnya di ampuni segala kesalahannya … Aamiin
Boyke Nurhidayat :  Innalillahi wa inna ilayhi raajiun, telah berpulang ke rahmatullah, bapak guru, orang tua kita, Bapak Said Fadhil Ralib (Guru Olahraga SMP Negeri 4 Bogor, Suami dari Ibu Henny)pada hari Senin 9 Juli 2012 jam 11karena sakit jantung. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Semoga Alm mendapat derajat yang tinggi, dilapangkan dan diluaskan serta diterangi alam kuburnya. Aamiin. Rumah duka : Komp Taman Cibalagung, Bogor

.

ALUSPAT 1975 mengunjungi Pesantren Modern Ibadarrahman  

Pandeglang, 14 Juli 2012

.

Alumni SMPN 4 Bogor ’80  berBAKTI SOSIAL SUNATAN MASSAL JILID II yang berkolaborasi dengan Alumni SMAN 2 BOGOR ’83 …… diadakan tanggal 17 Juni 2012 bertempat di:

Sekolah tercinta SMPN 4 BOGOR  Jl. Kartini no. 16 Bogor

.

.

7 comments on “Warta – Alumni SMPN 4 BOGOR

  1. As Wr Wb, teman-teman, tidak mudah untuk mengingat nama teman-teman semua, yang berhasil saya ingat ;
    Eddy Kurnia Rayadi, saya pernah di ajak ke kebun Ayahnya di Cilebut ;
    Hengky, karena setelah olah raga sering kerumahnya untuk minum air es.
    Harjanto, sekarang jadi dokter di Sukabumi.
    Handoko, karena sering bareng jalan kaki pulang dari sekolah.
    Fify teman berrenang di Kota Paris, walaupun sampai sekarang saya belum bisa berenang.
    Rachmad karena adiknya Ibu Guru kita.
    Eddy-Kota Paris, karena sama-sama sekelas waktu di SD Merdeka.
    Heru (?) suaranya merdu setiap menyanyi di depan kelas, syair lagunya : ” Di tepi kolam, ikan timbul dan tenggelam, kunampak bayangan mengalun perlahan ……. bunga teratai, sungguh indah wajahmu, sayang sayu biru ….”
    Tuty Masa, karena punya pabrik sepatu dan Retno yang rambutnya kribo.
    Enday ada 2 orang, keduanya putih.
    Freddy rambutnya coklat periang dan suka melucu.
    Marihot, Benny waah siapa lagi, yaa ?
    Pak Jubaedi, guru ilmu ukur dan wakil kepala sekolah, suatu ketika kelas kita sangat berisik karena guru yang bertugas tidak datang, lalu Beliau masuk kelas dan marah. Saat itu Beliau berkata : “siapa mau pulang ?! Silahkan kalau mau pulang !”. Lalu saya berdiri dan berkata “Selamat siang Pak, saya mau pulang” dan saya pun pulang sendirian. Sementara itu yang lain tetap di dalam kelas. Termasuk Mbakyu-ku Soetiyasteki yang sekarang cucunya mau 5.

    Waah asyikkk, teman-teman semoga kita semua selalu diberi kesehatan, rejeki dan kebahagiaan di era pensiun yang tetap giat beraktivitas.
    Aamiin Yaa Allah ………..

    Soetiyastoko (TOKO, kelas IC, kelas 2G, kelas 3B
    ————————————–
    Selamat jalan Pak Fadhil, Allah memberimu tempat terbaik di Surga ; semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tetap sehat. Ibu Henny Apa kabar ?
    ———————————————-
    Mengamati foto teman-teman, sungguh mengasyikan ! Terasa seperti mencoba menjawab teka-teki silang ….. haa ..haa …haaaa. Pertanyaannya berupa foto-foto yang berderet itu. Siapa yaa nama teman sekolahku ini ? Dulu wajahnya seperti apa, yaa ? Sungguh, luar biasa, sangat bermanfaat untuk mengasah otak.
    Nuhun, nuhun pisan…… telah di fasilitasi.
    Tetap Semangat Untuk Berteman.
    Soetiyastoko (Toko)

    • Saya sangat ingat mas Toko, kakak kelas saya di atas dua tahun. Kita dulu kemudian sama-sama ke Unpad selepas dari SMA 1. Semoga mas Toko masih tetap ingat saya, karena ketika kuliah kan sering duduk belajar di kamar saya.

      Sekarang saya cuma tersambung kembali dengan kakak mas Toko, yakni mbak Tyas dan sahabatnya ceu Indahsari. Bahkan sesekali kami masih bertukar kabar.

      Jarak yang memisahkan kita dan bentangan waktu yang panjang telah merubah segalanya. Namun ingatan akan teman-teman kiranya tak mudah dilupakan ya mas?!

      ***

      Saya pun turut menyampaikan duka cita yang dalam kepada keluarga bapak Djubaedi almarhum dan juga keluarga bu Henny. Semoga arwah pak Djubaedi dan pak Fadhyl mendapat tempat terbaik di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya dan diterima iman islamnya.

      Terima kasih untuk pengelola milis yang telah memberikan kesempatan kepada alumni untuk saling berkontak kembali. Semoga persaudaraan kita senantiasa abadi.

      Julie Utami Soeharsono (alumni 1973)

      • Mbak Julie Utami dulu alumni SMPN 4 Bogor, lulus tahun brp? Tks utk infonya
        Powered by Telkomsel BlackBerry®

  2. terima kasih untuk infonya ya…salam kenal kembali

    • #Boleh tanya, mbak Wien dari angkatan mereka kah? Atau angkatan sesudahnya yang angkatannya ceu Ina dan ceu Inne? Lha kok saya jadi penasaran…….:-D
      #Mbak Wien, saya dua tahun di bawah mas Toko dan mbak Tyas. Lulusan 1973. Tapi alhamdulillah sampai sekarang saya masih …

  3. Semangat hidup,
    Teman-teman, hari-hari telah berkelebat menjadi sejarah. Sekolah, telah membekali kita untuk menapaki kehidupan. Saat itu, mungkin diantara kita banyak yang sangat serius menjalani proses belajar, namun ada juga yang selalu ingin datang kesekolah karena tak ingin kehilangan kesempatan bercengkerama, bersenda gurau dengan sesama murid ; teman bersekolah. Ada yang selalu ingin tampil, ada yang yang resah gelisah bila ditunjuk untuk tampil. Ada yang ingin tampil “nyeleneh/tak biasa”, ada yang selalu tampil luar biasa. Ada yang “tergoda” untuk berkenalan dengan sepatu baru yang dipakai teman, dengan menginjak sepatu baru teman tersebut. Tingkah laku yang lucu, kadang kala menyakitkan yang lainnya. Kejar-kejaran, berlarian di teras sekolah atau di halaman. Main “galasin”….. Sungguh macam-macam tingkah kita saat itu. Terkadang usil, terkadang jail, terkadang bergaya santun dan seolah sudah sangat dewasa ….. Itu adalah “kita” saat menjalani hari-hari bersama-sama di SMP 4 Bogor. Sungguh kenangan yang semakin tampak jelas membayang, di saat usia melampaui 55 tahun.

    Teman-teman, sekalian, di antara kita, berbagai profesi telah teman-teman perankan. Keheningan atau pun kegaduhan hidup -mungkin- juga telah sama-sama kita jalani. Persaingan-persaingan memperjuangkan nasib pun tentu sudah kita lalui. Kini kedepan, apa yang akan kita lakukan ? Selain mengenang masa-masa di SMP 4 Bogor.

    Ada yang sangat serius, menyiapkan hari depan, dengan lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta, ada yang masih sangat agresip memperjuangkan cita-cita, ada yang mengabdi dengan tulus untuk sesama. Semuanya :sah-sah saja dilakukan. Ada yang asyik bermusik. ada yang tekun berdakwah. Ada yang sangat semangat menggagas reuni berikutnya. Sungguh luar biasa.

    Demikian juga pembangun forum ini. Sungguh sangat berharga, paling tidak untuk saling bercerita atau menceritakan apa saja ….. mudah-mudahan bermanfaat. Paling tidak untuk diantara kita yang ingin berceloteh, tetapi di dunia nyata kesulitan mendapatkan rekan yang mau mendengarkan…. Ha ha ..haaa…

    Fakta membuktikan, bahwa tanda-tanda menua adalah “mengulang-ulang cerita yang sama” . Setiap manusia yang berkesempatan menjadi tua, umumnya mengalami situasi tersebut.
    Menceritakan masa-masa lalu di saat sukses atau pun saat dirudung malang adalah, bagian untuk tetap hidup dan bersemangat.

    Saat ada orang muda yang sudi menatap dan mendengarkan manusia yang menuju “manula”, adalah kegembiraan yang luar biasa, bagi “si Tua”. Maaf, saya pakai imbuhan “si” di depan kata “tua” ; karena di beberapa lingkungan kata “si” itu tabu diucapkan, paling tidak tergolong “tidak sopan”. Di sini saya hanya ingin menggaris bawahi, bahwa ada konsekuensi saat kita menjadi “si Tua” .

    Dulu semasa aktif, mungkin kita seorang bawahan atau mungkin seorang atasan yang paling atas. Meskipun orang yang paling “atas” pun, tetap menjadi bawahan di saat menghadapi rekanan atau pun “konsumen”. Semasa aktif (banyak di antara kita, hingga kini juga tetap aktif bekerja) kita adalah prioritas, baik sebagai seorang Ibu atau sebagai seorang Ayah. Kini yang lebih di dahulukan dan di prioritaskan adalah anak ataupun cucu. Mungkin timbul penolakan dari diri kita, saat kita tak lagi menjadi prioritas, baik di lingkungan rumah tangga, atau pun di antara komunitas lingkungan mantan tempat kita membangun eksistensi.

    Dulu tenaga dan pikiran kita adalah 100%, sekarang, syukur kalau masih 100% juga. Namun Usia, tidak bisa membantah bahwa tenaga dan pikiran kita tak setangguh dulu. Tetapi tentu semestinya kita menjadi lebih bijak dan lebih “legowo”. Sehingga jatah hidup kita kedepan tetap indah dan menakjubkan. Termasuk, mengenang masa kecil di SMP 4 dulu.

    Ini, adalah tulisan yang mewujud dari, proses menua. Tak patut ditanggapi terlalu serius, karena ini adalah bagian dari celoteh seorang mantan murid SMP 4. Terima kasih, untuk teman-teman yang telah sudi membaca tulisan ini. Syukur bila ada yang berkesempatan mengomentari. Mungkin akan menjadi kegiatan yang mengasyikan.

    Semoga, teman-teman semua tetap sehat, ceria, bahagia dan sejahtera menjalani hari hari ke depan. Semoga Sang Penguasa Jagad Raya, menjadikan kita selalu ingat padaNYA, menjadikan kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang terhitung selama ini, menjadikan kita manusia yang lebih baik dari masa lalu.

    Aamiin,
    Soetiyastoko (Toko)
    Kelas I C, kelas II G, Kelas III B SMP Negeri 4 Bogor

  4. Saya ADI SANTOSO alumni 74 smpn4 hanya mampu mengucap subhanallah & Alhamdulillah atas segala jerih payah para panitia reuni akbar hingga terlaksana dengan sangat menakjubkan, salut untuk semua kerja keras akang2 & teteh2 serta ayi2 sadaya semoga seluruh anggota kelg besar aluspat dari seluruh angkatan senantiasa berada dalam lindungan & petunjuk Allah SWT dalam mengarungi hidup & kehidupan yang semakin keras ini. Bravo aluspat………………………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: