Tinggalkan komentar

Halal bi Halal 1433 H ……….

ALUSPAT 1975

Pertama-tama pada kesempatan ini marilah kita mengucapkan puji dan tasyakur kehadirat Allah SWT karena dalam kesempatan kali ini kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah di permukaan bumi ini, sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul dengan saudara-saudara kita di tempat ini tanpa ada kekurangan suatu apa. Selanjutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi kita Muhammad saw karena beliaulah yang menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam di tengah-tengah umatnya, sehingga dapat mengetahui mana sesuatu yang haq dan mana sesuatu yang bathil. Acara halal bihalal yang diadakan oleh masing-masing Alumni SMPN 4 BOGOR (ALUSPAT)  ini adalah merupakan sarana yang paling tepat dan paling efisien untuk menggalang persatuan dan kesatuan mendekatkan saudara-saudara kita yang berjauhan tempat kediamannya atau berjauhan karena persengketaan yang telah diperbuat. Mudah-mudahan acara halal-bihalal yang kita adakan ini benar-benar mendapat ridho dari Allah SWT.

ALUSPAT 1979

HbH (Halal bi Halal) adalah suatu bentuk ungkapan khusus pada waktu dan tempat tertentu sebagai pengganti dari kata Silatur-Rahmi yang telah membudaya di beberapa Negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Jika kita kembali pada sejarah Islam, sejak zaman Rasulullah SAW, sahabat, para tabi’ dan tabi’ tabi’in bahkan hingga saat ini, maka kita tidak akan mendapatkan istilah Halal bi Halal kecuali Silatu Rahim. Meskipun Istilah Halal bi Halal ini berasal dari bahasa Arab yang berarti “Halal dengan yang halal” atau “sama-sama saling menghalalkan” atau kadang pula diartikan dengan “saling maaf memaafkan/saling menghalalkan dosa masing-masing” namun terdapat kerancuan pemahaman di kalangan orang Arab itu sendiri (ashab al-lughah) terhadap penggunaan dan maksud dari istilah ini. Tidak mengherankan jika orang Arab akan terheran-heran di saat mereka bertanya tentang acara Halal bi Halal yang sedang dirayakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di Arab. Mereka pun akan memahaminya setelah mendapatkan penjelasan tentang sebab dan maksud dari perayaan itu dan kadang mendapat sorotan tentang kesalahan penempatan bahasa yang dimaklumi sebagai bahasa atau ungkapan orang yang baru belajar bahasa Arab namun kadang pula mendapat pujian tentang dalamnya hikmah yang terkandung dari ungkapan tersebut. Sehingga para ulama yang menyebarkan islam di Indonesia, di saat menjawab pertanyaan-pertanyaan orang awam tentang perbedaan Silatur Rahmi pada hari-hari biasa dan pada hari Ied, mereka lebih menyederhanakan perbedaan tersebut dengan Istilah baru yaitu Halal bi Halal, yang dapat berarti bahwa bersilatur rahmi di hari biasa boleh jadi Haram bi Halal atau orang yang menjalin hubungan telah berbuat salah dan dalam keadaan biasa-biasa saja terlebih lagi di Indonesia, ungkapan silatur rahmi lebih diterjemahkan dengan sekedar berziarah. Sedangkan bersilatu-rahmi setelah Ied merupakan refleksi dari pembentukkan keperibadian di saat berpuasa sehingga orang yang menjalin dan dijalin silatur rahmi dalam keadaan suci, sadar dan ikhlas untuk memaafkan dan dimaafkan serta memperbaiki hubungan yang telah kusut. (Diambil dari tulisan di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau). Terimakasih atas segala perhatiannya, dan mohon maaf atas segala kekuarangan dan kesalahannya. Akhirul kalam wabillahit taufiq walhidayat wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

.

A L U S P A T 1976

.

A L U S P A T 1980

.

ALUSPAT 1971

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: