Tinggalkan komentar

Dikit aja….., gak apa-apa khan?

Aku yakin sekian persen murid suka menyontek, dengan alasan yang bermacam-macam. Nyontek adalah perbuatan terlarang, baik dari segi etika sekolah maupun aturan agama, hukumnya haram. Aku adalah murid yang tidak suka menyontek dan tidak suka memberi contekan. Ada satu kawan perempuan, yang rupanya cukup marah kepadaku karena dulu waktu di SMP Negeri 4 Bogor aku tidak memberinya contekan sewaktu ulangan. Sampai sekarang pun, setelah empat puluh tahun berlalu ia masih teringat persoalan itu. Bila ketemu di saat pertemuan Alumni 1975 SMPN 4 BOGOR, dia suka bilang  “Sombong lu……. dulu, ditanyapun waktu ulangan, nggak pernah mau ngasih contekan”. Aku cuma nyengir, tapi mengerti situasinya. Aku pernah menemui hal yang sama, kepepet. Alumni SMPN 4 BOGOR +Ulangan umum waktu itu, kelas dua. Ulangan aljabar aku masih ingat, pelajarannya Bapak Yusuf Syech (alm). Rasanya dah belajar sampai 1/3 mati, ketika menghadapi soal, ada satu yang aku tidak bisa. Gelisah rasa di hati. Rasanya penyelesaian ada di ujung pulpen, tapi tetap gak keluar. Disitu Syaiton mulai menggoda “Nyontek aja, kayaknya temanmu di sebelah bisa tuh”, Malaikat pelindung saya membujuk “Jangan, itu berdosa, gimana kalo ketahuan Ibu Maemunah, khan malu. Masa pengurus OSIS, Pratama Pramuka nyontek! ” Syetan berbisik lagi ” Ayolah…..daripada kosong begitu, malu khan. Dikit aja, gak apa-apa khan” Akhirnya, setelah beberapa lama galau, aku mengikuti bisikan Syetan, aku miringkan kepala ke kiri, mataku lirikkan melihat lembaran soal punya kawan itu. Maksud hati supaya nggak ketahuan Bu Mae, apalagi beliau guru budi pekerti. kalo ketahuan, alangkah tidak berbudinya Heryanto ini. Baru saja melihat lembaran soal, belum melihat jawabannya, Ibu Mae dah berteriak : “To…toroto….to…to” Semangat hilang, jiwa rasa melayang, andaikan aku bisa, rasanya mau menghilangkan diri seketika itu juga. Ooalah……..aku yang tidak pernah menyontek, tidak pernah mau memberi contekan, telah mengikuti bisikan Syetan dengan melakukan menyontek, dengan cara amatiran pula sehingga ketahuan. Ampuni aku Tuhan….Maaf aku Ibu Maemunah……aku gak akan melakukannya lagi seumur hidupku. Alhamdulillah, Tuhan telah menghukumku dengan seketika dan juga memberiku petunjuk yang benar.  (Diposkan oleh Heri Heryanto Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1975)

Keterangan:

Bapak Yusuf Syech, istrinya adalah  Syamsibar Yusuf  (ALUSPAT 71)

Ibu Maemunah, Putrinya adalah  Yeni Mulya (ALUSPAT 77)

wisata bogor

Hobi yang menunjang profesiku

Syamsibar Yusuf

Bpk. Yusuf Syech ketika Pra – REUNI Alumni 1971 SMPN 4 BOGOR

Yusuf Syech

Bapak dan Ibu Yusuf Syech

Yeni Mulya

Ibu Maemunah beserta Putrinya

.

Heri Heryanto +

Pra Silaturahmi AKBAR di acara Jalan Pagi Sehat
Kebun Raya Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: