HIDROPONIKnya ALUSPAT BOGOR

Achmad Saleh

Achmad Saleh

Beberapa bulan terakhir ini Alumni 1972 SMPN 4 BOGOR mempunyai kegiatan untuk meluangkan waktu yaitu membudi-dayakan tanaman khususnya sayuran dengan cara Hidroponik.
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi Hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknologi hidroponik bisa menjadi alternative. Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam secara hidroponik, untuk sarananya bisa menggunakan paralon. Hidroponik dengan cara ini dapat diterapkan oleh siapa saja karena sangat mudah. Tanaman dapat ditempatkan dimana saja, yang penting pada saat hujan tanaman tidak kehujanan. Kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.
HidroponikKomunitas HidroponikKlub Hidroponik#     ALUSPAT’72 Bogor membentuk Komunitas Belajar Hidroponik yang dimotori oleh Ach Saleh, Chairul Kalam, Darajat Wiyana, Yusuf (Younoor Khan), yang terlihat sangat semangat dan bersahabat. Dengan senang hati 4 Serangkai ini akan berbagi pengetahuan, informasi, dan pengalaman yang berkaitan dengan seluk beluk bertanam secara hidroponik.Hidroponik AluspatMerekapun sangat kreatif membangun sendiri perangkat tanam hidroponik dengan barang-barang bekas seperti gallon plastic bekas cat tembok, botol-botol plastik bekas air mineral maupun soft drink, dirangkai dengan pipa-pipa paralon yang sangat mudah didapatkan di toko-toko bahan bangunan di sekitar kita.  Suksesnya kegiatan ini juga didukung oleh Agus D Gozali & Rusli Kohar. Komunitas ini tidak menutup kemungkinan Aluspat-Aluspat yang lain untuk dapat bergabung. Karena aktivitas seperti ini sangat pantas untuk diapresiasi, dan sangat mendukung gaya hidup bersih sehat dan ramah lingkungan. Hidroponik dalam skala rumah tangga bukan sesuatu yang sekedar “main-main”, atau sekedar aktifitas iseng-iseng mengisi waktu luang. Jika dilakukan secara serius dan asyik bisa benar-benar menghasilkan bahan pangan mandiri berupa sayur-mayur maupun buah-buahan yang berkualitas tinggi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian bagi sebuah keluarga bahkan masyarakat sekitar.

Alumni SMPN 4 BogorDarajat Wiyana
Penanaman hidroponik juga relatif lebih mudah dikontrol dari pencemar kimiawi seperti pestisida untuk kebutuhan memberantas hama dan penyakit tanaman. Bahkan sangat mungkin dilakukan perlakuan non pestiside dengan penggunaan jaring pelindung tanaman, perangkap hama, maupun penggunaan pestisida organik yang lebih ramah lingkungan. (diPOSkan oleh Sobat Aluspat)

Ketika acara REUNIan

Ketika acara REUNIan

%d blogger menyukai ini: