Tinggalkan komentar

“Tumbila diadu boksen….”

Sejarah Bogor

Mendengar kata “tumbila”, sebagian orang mungkin langsung merasa geli, jijik, atau mungkin badannya langsung merasa gatal-gatal. Hehe…… Ini adalah pengalaman saya “berhubungan” dengan bangsa tumbila yang merajai sebagian bangku di sekolah kami, SMPN 4 Bogor. Bangunan tua sekolah kami dihuni oleh bangku-bangku dan meja-mejanya yang sudah tua dan terbuat dari kayu.

Dv Pradono MikoyanSaat kelas 2 (dua), kami sering kali mengalami pergiliran kelas atau popular disebut “kelas keliling”. Jadi, kelas kami tidak tetap, selalu berpindah-pindah, tergantung kosongnya kelas tersebut. Tibalah saatnya kami harus menempati kelas di depan ruang guru. Seperti biasa, kami selalu berlomba menuju bangku paling belakang. Tahu kan alasannya?
Tak kami sadari ternyata bangku-bangku itu memiliki lubang-lubang kecil yang sangat banyak. Entah makhluk apa yang menghuni lubang-lubang kecil itu. Tak lama pelajaran berlangsung, tiba-tiba satu per satu bagian-bagian kecil tubuh saya merasa gatal dan diikuti oleh bentol-bentol merah yang makin lama makin banyak dan membesar. Seraaammmmm…. Tempat gatalnya pun tak pilih-pilih tempat, termasuk di paha mulus saya. Aduuuhhhhh….?
Mau minta izin keluar, tapi takut dimarahi….  Akibatnya, duduk pun tidak nyaman, tak fokus ke pelajaran, garuk paha kanan, garuk paha kiri, keringat pun mengucur dengan derasnya…. Benar-benar tak nyaman. Begitulah efek serangan dari makhluk-makhluk bernama TUMBILA.  Sejak saat itu, saya tidak mau lagi duduk di bangku bagian belakang.(Tulisan : Dv Pradono Mikoyan  Alumni SMPN 4 Bogor tahun 1986 (TUMBILA SANG PENGHUNI BANGKU SEKOLAH) )

Lain lagi dari cerita Rosnawati  Aluspat 1968 : “Saya juga pernah ngalamin digerayangin tumbila, padahal duduk selalu dibangku depan guru, waktu itu lagi ulangan……, tiba2 kenapa dileher bagian kerah baju gatel banget, Rosnawatikarna   ga tahan…. saya  ijin keluar pengen kebelakang.,di WC  saya buka dulu baju atasannya…. Masya Alloh itu tumbila dah gemuk banget sampe dicubit ga berdaya karena kegemukan….saya lempar kebawah di injak sampe darahnya muncrat….duh pengalaman yg selalu diingat…….”

Kalau di-ingat-2 sekitar tahun 60-70an ada lagu yang berlirik “Tumbila diadu boksen….” (Sobat Aluspat)

Bogor Heritage

ALUSPATer 1971 sedang bernostalgia

Alumni SMPN 4 BOGOR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: