1 Komentar

Avip Priatna

Siapa yang tak kenal Avip Priatna, konduktor kampiun Indonesia? Hidupnya dicurahkan untuk kemajuan dunia paduan suara di negeri ini. Hatinya tergugah mencurahkan hidup demi perkembangan paduan suara, karena ia melihat kenyataan, waktu itu paduan suara masih dipandang sebelah mata. Di sisi lain, Indonesia punya banyak sekali materi lagu yang bagus untuk dibuat aransemen paduan suara. Namun, belum banyak orang yang mengetahuinya. “Waktu itu, lagu-lagu rakyat yang sekarang sudah diaransemen begitu bagus juga diperdengarkan. Namun, pengolahan lagunya belum digarap serius. Umumnya masih diiringi piano saja dan materi musiknya belum kaya seperti sekarang,” jelasnya. Akhirnya, ia memutuskan mendalami musik dan dunia paduan suara lewat jalur pendidikan formal. ”Saya ingin mendapat dasar pengetahuan yang pasti tentang segala hal yang menyangkut dunia paduan suara. Walau suara saya kurang bagus, tetapi saya ingin mendalaminya,” tukasnya. Dalam benaknya, potensi Indonesia yang cukup bagus di bidang paduan suara sangat sayang untuk dibiarkan begitu saja. “Suara orang Indonesia itu khas, indah, dan merdu,” ujarnya. Avip Priatna adalah Musical Director dan Resident Conductor dari Parahyangan University Choir, Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Chamber Orchestra, Dan juga belajar choir conduction pada Profesor Gunther Theuring dan orchestral conducting, Leopold Hager di Hochschule fur Muzick und Darstellende Kunst di Vienna, Austria dan lulus di tahun 1998 dengan predikat high distinction. Selama di Austria, ia bergabung dengan banyak kelompok koor prestisius dan pernah menjadi asisten konduktor di Wiener Jeunesse Choir. Dalam beberapa tahun ini, ia telah membangun reputasi internasional bagi Parahyangan University Choir dan Batavia Madrigal Singers. Meraih sejumlah penghargaan tertinggi pada kompetisi koor internasional di Arnhem, Belanda (1995), Arrezzo, Italia (1997), Linz, Austria (2000) dan pagelaran-pagelaran yang cukup rutin di Perancis, Austria dan Italia. Di dalam negeri, bersama Parahyangan University Choir, Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Chamber Orchestra juga tampil secara berkala di Bandung dan Jakarta. Dibawah pimpinannya, Parahyangan University Choir pada tahun 2003 memenangkan penghargaan ganda dalam Kompetisi Internasional Choir Chamber ke-8 di Marktoberdorf, Jerman, juara pertama dalam Achievement Level I dan penghargaan Gustave Charlier untuk interprestasi terbaik karya koor bunyi untuk Aria Gloria 3 dari Woo Hyo-Won. Pada bulan Juni tahun 2007, Avip di daulat menjadi konduktor tamu pada seri Philharmony kalendar, acara tahunan Orkes Ensambel Kanazawa, sebuah orkes Jepang berskala antar bangsa bermarkas di kota Kanazawa, prefektur Ishikawa, Jepang. Dalam konser yang bertajuk A Summer Night of Romantic Masterworks tersebut Avip dan Batavia Madrigal Singers membawakan komposisi koor Carl Maria von Weber, Freischutzmesse.

Impiannya yang belum terlaksana adalah memimpin opera di gedung opera, “Karena konduktor terkenal di godok di opera. Opera itu kompleks, antisipasinya banyak. Gelora musiknya, kesinambungannya dan mengiringi penyanyi opera sulit sekali. Biasanya sebelum jadi konduktor di opera, seseorang harus menjadi asisten dulu,” ujarnya. Menjadi koduktor bukanlah pekerjaan mudah. Tak hanya memahami musik klasik, konduktor juga harus mengenal sejarah, membedakan mana gaya klasik, romantis dan renaisans. Pada intinya, konduktor yang sering diundang sebagai pembicara dan juri kompetisi paduan suara baik nasional maupun internasional ini mengatakan kalau konduktor itu adalah seorang komunikator.Dirigen

Beliau Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1980 (ALUSPAT’80). Walau sudah banyak dilirik, menurutnya, perkembangan musik klasik di Indonesia masih terkendala banyak halangan, terutama masalah persepsi tentang musik klasik yang dinilai sulit dimengerti dan hanya bisa dinikmati kalangan atas saja. Padahal di Eropa, musik klasik dimainkan dimana saja, mulai dipinggir-pinggir jalan hingga digedung-gedung mewah. Memang diakui olehnya, tak semua orang bisa menikmati musik klasik. Ada segmen khusus yang tak seluas musik pop, tapi segmen ini bukan disekat oleh kasta, tapi oleh kemampuan penonton untuk memahami karya.  (tamanismailmarzuki.com)

Metro TV

One comment on “Avip Priatna

  1. ternyata dari Alumni SMPN 4 Bogor, banyak tokoh-tokoh terkenal antara lain dibidang musik, dunia pendidikan, peneliti, bisnis di bidang mutiara (kreatifitas),politik, dokter dll; masih banyak lagi yg belum diketahui atau masih ditelusuri oleh Admin ALUSPAT senior…kita tunggu tokoh berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: