Tinggalkan komentar

Efdalius Ruswandi

SALAH satu kegiatan yang kerap meramaikan festival dan pameran mutiara di Nusa Tenggara Barat, adalah pameran desain dan hasil kerajinan berbahan baku limbah kerang mutiara. Ini terlihat dalam Lombok-Sumbawa Pearl Festival  belum lama ini. Seiring diminatinya mutiara, tumbuh pula kreativitas memanfaatkan kerang tempat mutiara, yang  biasanya terbuang tanpa memberikan nilai ekonomi yang berarti. Di NTB, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil mutiara, para pengrajin memanfaatkan limbah kerang mutiara untuk dijadikan suvenir dan aksesori yang  menarik. Berkat tangan-tangan terampil, limbah kerang mutiara itu berubah menjadi suvenir dan aksesori yang berharga mahal. Salah seorang rekan dari Alumni SMPN 4 BOGOR, Efdalius Ruswandi (ALUSPAT’71) beserta istri Anita Handayani, misalnya, yang bertempat tinggal di Dusun Tegal  Montong, Lombok Barat. Dengan keahlian dan ketekunannya mereka berhasil menyulap limbah-limbah  kerang mutiara ini menjadi berbagai aksesori yang menawan dan bernilai hingga jutaan rupiah. Tadinya kerang-kerang  ini hanya dibuang karena dianggap tidak ada manfaatnya, ungkap Anita. Mereka menilai, seluruh lempeng kerang itu adalah mutiara juga. Warnanya natural dan berdinding seperti mutiara. Hanya saja mutiara yang dianggap umum selama ini, yang berbentuk bulat saja. Menurut Anita, karena sifatnya sebagai suvenir, awalnya hanya dibutuhkan dan diminati jika ada kegiatan tertentu, yang tidak datang tiap hari. Namun dari tahun 2007, mereka mencoba mengembangkan kerajinan ini lebih bervariasi. Dari benda itulah bisa dihasilkan aksesoris  mutiara yang tak kalah dengan produk Jepang. Sementara ini, budi daya mutiara seakan-akan hanya mampu diciptakan orang Jepang, dan itu tidak sepenuhnya benar. Tengoklah Efdalius Ruswandi, di kediamannya yang sederhana, kesibukan membuat nucleus dan berbagai benda kerajinan tangan itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Hasil karya Efdalius itu lebih tepat disebut kreativitas ketimbang aktivitas. Bayangkan, sejak proses rancangan, baik berupa cetakan berkenaan dengan bentuk mutiara yang diinginkan, sampai pewarnaan, dibuat sendiri. Beberapa di antaranya diproses dan mencapai finishing  yang menghasilkan Mabe. Hampir tidak ada perbedaan kualitas nucleus/mutiara yang diciptakan Efdalius dengan yang dibuat orang Jepang. Ada yang digunakan sebagai hiasan yang menyatu dengan cangkang siput mutiara, ada pula yang lepas untuk berbagai kebutuhan. Efdalius telah melanjutkan pendidikan di Jakarta, tidak merahasiakan metode pembuatan nucleus tersebut. Menurutnya, untuk memenuhi persyaratan pembuatan nucleus yang baik, harus ditempuh tahapan pembuatan master nucleus dari bahan rubber silicone yang akan dijadikan model standar, baik ukuran maupun kehalusan. Dalam proses cetakan ini polyster resin dicampur dengan ukuran 100 cc resin untuk 1 cc catalis. Proses lain ditempuh, di antaranya mengamplas dan menghilangkan bau. Berkat karya-karya desainnya ini, Lamops, art-shop miliknya, pernah meraih penghargaan sebagai nominasi dalam  Pameran Mutu Manikam di Jakarta tahun 2010, kategori desain kontemporer. Kini keduanya juga melatih pengrajin-pengrajin kerang di Lombok. Terdapat berbagai variasi desain yang ditampilkannya. Ada pula perhiasan itu dilengkapi dengan mutiara maxima yang bentuk bulat dengan berbagai warna seperti biru keabu-abuan”, atau gold, sehingga dapat meningkatkan nilai keindahan perhiasan itu. Lalu kulit kerang itu diolahnya menjadi produk pajangan, atau tempat sabun. Bahkan kulit tiram itu dijadikan sebagai cenderamata bagi tamu pemerintah setempat. Menurut Efdalius, kini di Lombok sudah tampak banyak warga yang berminat menjadi  pengrajin limbah kerang mutiara. (Narasumber Bali Post, Jakarta Post)

Ketika menjadi siswa SMPN 4 BOGOR

.

.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: