Tinggalkan komentar

Haula Rosdiana

haula rosdiana

Dulu Ingin Jadi Dokter, Malah Jadi Doktor Pajak

Haula Rosdiana (panggilannya Ola, Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1986 /ALUSPAT’86)   baru saja dikukuhkan sebagai guru besar bidang perpajakan Universitas Indonesia oleh Ketua Dewan Guru Besar UI,  Biran Affandi  di Balai Sidang UI, Rabu (12/6/2013). Dia adalah guru besar perempuan pertama di bidang tersebut, banyak rintangan dan hambatan yang harus dia tempuh untuk meraih predikat tersebut.

Jumat (14/06), Gedung B Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Indonesia (FISIP-UI) terlihat ramai. Beberapa mahasiswa dari jurusan Administrasi Fiskal terlihat memasuki ruangan kecil yang bertuliskan Kantor Jurnal Bisnis dan Birokrasi di lantai II.Rupanya mereka ingin berkonsultasi dengan dosen bidang studi tersebut, Haula Rosdiana. Perempuan berkerudung putih itu merupakan guru besar tetap bidang Ilmu Kebijakan Pajak FISIP UI. Dia juga merupakan satu-satunya guru besar perempuan pertama Indonesia di bidang ilmu pajak setelah dikukuhkan oleh Pejabat Rektor UI Muhammad Anis, pada Rabu (12/06), lalu. 

Duduk santai, warga Kota Bogor itu memberikan sejumlah saran dan arahan kepada para mahasiswanya. Tak ada satu materi mengenai pajak yang tidak diketahui Haula Rosdiana. Sifatnya yang supel dan ingin membagi ilmu membuat perempuan kelahiran Bogor 5 Januari 1971 itu, banyak disenangi mahasiswanya.Kesibukannya yang begitu padat tak membuatnya lupa kepada mahasiswa yang butuh bimbingan mata pelajatan pajak. “Saya bisa berhasil seperti ini karena orang tua. Jadi sudah sepatutnya saya memberikan ilmu kepada adik-adik yang masih belajar. Toh, ilmu ini harus dikembangkan dan diberikan kepada setiap orang yang membutuhkan,” kata Haula, kepada INDOPOS, membuka pembicaraan.Haula pun menceritakan kisah perjalanan karirnya yang cukup berat. Kata dia, setelah lulus dari SMAN Kota Bogor pada pertengahan 1989, sebenarnya dia bercita-cita ingin menjadi dokter. Profesi yang dia idam-idamkan senjak sekolah dasar.Namun, karena terbentur masalah biaya, Haula pun mengurungkan niatnya. Sambil mencari perguruan tinggi lain, sang ayah (Alm) Hannibal diam-diam mengarahkannya untuk masuk ke Jurusan Administrasi Niaga.”Sempat gundah juga, karena itu bukan keinginan saya melainkan keinginan orang tua. Waktu itu orang tua saya berpikir kedokteran itu membutuhkan biaya besar dan sangat susah cari kerja di RS. Makanya saya dianjurkan masuk FISIP jurusan Ilmu Administrasi Fiskal UI,” ungkap ibu tiga anak ini.

Jalur ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN) di Bogor, Haula pun diterima di FISIP UI jurusan Administrasi Fiskal. Bersama sebelas rekannya, dia pun menimba ilmu di kampus berjaket kuning itu.Saat itu dana yang didapat dari orang tuanya untuk kuliah sangat terbatas. Yakni, Rp 90 ribu/bulan untuk membayar kos dan uang makan. Serta Rp120 ribu /semester untuk bayaran kuliah.Karena keterbatasan ekonomi keluarga, dirinya pun memutar otak untuk meringankan beban orang tuanya. Sebab, adiknya pun ikut berkuliah di kampus tersebut dengan jurusan yang berbeda.Alumni SMPN 4 Bogor

Dua tahun berjalan, Haula muda mulai menunjukan pretasi akademik. Nilai di atas rata-rata membuat perempuan yang masih terlihat cantik itu dilirik dosen untuk dijadikan asisten. Dari sana, dirinya mendapatkan dana tambahan untuk menyelesaikan studi tersebut.Tak sampai di sana keberuntungan anak ke empat dari enam bersaudara ini. Sang adik yang berkuliah di UI pun melapor kepada dia adanya tunjangan dinas dari kampus yang bisa diikuti semua asisten dosen sebesar Rp45 ribu/bulan. Dan dari sana Haula mencoba mendaftar dan masuk ke dalam ikatan dinas UI.”Saya bersyukur diberikan kemudahan dan jalan dari Allah. Semua yang saya dapat pada waktu itu tak jauh berkat doa kedua orang tua. Dari sini saya terus memacu semangat untuk menyelesaikan kuliah dan menjadi Doktor bukan dokter lagi,” ujarnya berseloroh.       

Di kampus, seluruh perhatiannya tertuju pada mata pelajaran. Di tempat itu dirinya mulai mempelajari dan memahami mengenai filosifi perpajakan secara detail. Akhirnya, Haula dapat menyelesaikan pendidikan S1-nya selama empat tahun. Dia juga merupakan satu-satunya mahasiswa termuda Jurusan Ilmu Administrasi Fiskal terbaik UI.Usai menyelesaikan studinya, Haula banyak diincar perusahaan asing untuk dijadikan konsultan pajak dengan gaji menggiurkan. Akan tetapi, seluruh tawaran itu ditolaknya karena ikatan dinas di UI. Dari sana, dia melanjutkan studi S2 pada bidang yang sama hingga lulus pada 1998.

”Di kampus saya diangkat menjadi staf pengajar di Departemen Ilmu Administrasi FISIP. Sambil kuliah dan menikah saya terus jalani studi sampai selesai. Saya juga kerja sebagai konsultan pajak di sebuah perusahan, tetapi tidak terikat. Sekedar buat tambahan pemasukan saja,” jelas perempuan berkulit putih ini.Usai menyelesaikan S2, sambung Haula, dirinya pun diangkat menjadi ketua program Studi Administrasi Pajak D3 UI. Lantaran keinginannya sangat besar untuk menjadi Doktor, Haula pun terus melanjutkan studinya ke jenjang S3 di kampus tersebut.Sambil menempuh gelar Doktornya itu, Haula mendapatkan tawaran staf ahli DPR-RI untuk Amandemen RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, serta RUU Pajak penghasilan pada 2005 hingga 2009. Ditambah dengan tawaran menjadi Observer United Nations the Committee of Experts on International Coopertion in Tax Matter, Department of  Economic and Social Affair 2008-2011. Hingga, Observer pada Studi Group on 39th ASIAN Tax Administration and Research (SGATAR) pada 2009.

FISIP UI

”Dari hasil kerja saya, perekonomian keluarga bisa terbantu. Sangat bangga dengan apa yang saya dapat. Keinginan saya hanya satu, ingin mengedepankan idealisme dalam menjalankan perpajakan. Karena di dalam perpajakan perekonomian bisa terbangun perekonomian pemerintah dan masyarakat yang lebih baik, sehingga negara bisa maju. Sekarang ini sistem perpajakan Indonesia masih carut marut dan berantakan, dan itu yang menyebabkan ketimpangan perekonomian,” tegas Haula dengan lantang.Keahliannya di bidang ilmu pajak membawanya menjadi guru besar di bidang Ilmu Perpajakan di Indonesia. Dengan penelitian berjudul ’Spektrum Teori Perpajakan Untuk Pembangunan Sistem Perpajakan Indonesia Menuju Persaingan Pajak Global’ menghantarkannya menjadi Profesor alias Guru Besar di Bidang Pajak.Di penemuan itu juga terdapat diagram Kebijakan Pro Taxpayer Cash-flow Tax mengenai alur pajak yang masuk ke pemerintah. Bahkan puluhan buku, jurnal dan modul mengenai pajak telah tercetak dan menjadi acuan kurikulum pada universitas bidang ilmu Administrasi Fiskal dan Perpajakan.

Kata dia, semua itu di dapatnya melalui kerja keras dan bantuan orang tua. Dia masih ingat, selama duduk dibangku sekolah, (Alm) Hanibal selalu membawanya membeli dan membaca buku impor di kota hujan tersebut. Keduanya kerap menggunakan vespa tua ke sebuah toko di depan Tugu Kujang, Bogor.Dari sana minat belajarnya tumbuh besar. Dan itu pula yang terus diterapkannya kepada ketiga anaknya di rumah.“Berkat pilihan orang tua masuk jurusan Administrasi Fiskal saya bisa seperti sekarang. Kenapa saya lebih tertarik dengan hal ini, karena banyak penyelewengan pajak dan sistem yang tidak benar hingga Negara mengalami kerugian besar. Yang jelas saya ingin mengubah pandangan dan pola pengelolaan pajak yang benar, sehingga perekonomian Negara stabil. Tidak perlu lagi menaikan BBM atau lain sebagainya yang tidak penting,” tandasnya sambil menunjukan diagram perpajakan.herman oking

Kendati telah menjadi guru besar, tak lantas perempuan berdarah Jawa Barat ini tinggi hati. Kesederhanaannya dan sopan santun serta keterbukaan terhadap mahasiswa yang datang untuk meminta pendapat dan ilmunya di bidang Pajak itu masih sama seperti yang dulu. Sifat itu tak ingin dirubah Haula sampai dirinya bisa menciptakan generasi perempuan penerus yang ahli di bidang pajak. (indopos.co.id dan diPOSkan kembali oleh Herman Oking)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: