Tinggalkan komentar

Hendra Wijaya

Komunitas Trail Running Indonesia, diantara anggotanya ada Hendra Wijaya (nama panggilannya Entay), dia adalah Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1982. Kita mengenal Hendra Wijaya sebagai salah satu penggiat olahraga ketahanan ternama di Indonesia yang sering mengikuti event-event diberbagai disiplin olahraga. Hendra menyelesaikan lomba Ironman Distance Triathlon di Bintan dimana dia berenang sejauh 3,8km dilanjutkan Bersepeda 180km dan Berlari sejauh 42km. Dia punya hipotesa sebelumnya semua orang yg menjadi finisher Ultra trail marathon 100 km pasti bisa melakukannya (ironman distance triathlon). Menurutnya berlari 100km lebih berat dr Ironman full, karena kalau triathlon membagi kerja otot ke 3 disiplin olahraga. Oleh karena itu Cut off time antara Ironman full dan ultra marathon hampir sama.
Hendra Wijaya, pengusaha konHendra Wijayaveksi asal Bogor berumur 47 tahun, mengatakan tantangan dan keseruan saat berlari merupakan dua di antara banyak hal yang membuatnya kecanduan pada olahraga itu. Hendra merampungkan kompetisi trail running ke puncak Gunung Elbrust, Rusia. “Seru. Saya sempat menginap di Barel, ketinggian 3.800 meter,” ujarnya melalui layanan percakapan elektronik.

Pelari lintas alam (trail runner) Indonesia Hendra Wijaya berhasil memasuki garis finis kelima dalam ajang Likeys 6633 Ultra 2015 yang dilangsungkan di kutub utara, Kanada. Kehadiran orang Indonesia dalam ajang Likeys 6633 Ultra 2015 sempat diragukan penyelenggara lomba. Mereka memperkirakan hyperman pertama Indonesia itu tidak akan sanggup menyelesaikan lomba.
SMP Negeri 4 BogorHendra berhasil menyelesaikan kejuaraan lari berjarak 563,2 kilometer tersebut dalam waktu delapan hari. Situs kejuaraan ini http://www.6633ultra.com menyebut Hendra berada di belakang empat pelari lain yaitu Natalie Taylor, Daithi O’Muchu, Jonathan Davies dan Tan Juang. Walaupun mengaku tidak pernah berputus asa, Hendra menilai, lomba di Kutub Utara ini sesuatu yang luar biasa. Sering kali saat berlari dia merasa tidak fokus, mengantuk, capai, dan lapar. ”Saya terus berlari atau berjalan. Kalaupun pingsan, toh, nanti akan siuman kembali. Saya biasakan menuntaskan lomba hingga check point, tetapi makin ke ujung, suhu makin dingin dan lomba makin susah dijalani,” ujar Hendra Wijaya (Entay).
Aki Niaki, rekan Hendra yang juga pegiat trail runner mengungkapkan kejuaraan 6633 Ultra merupakan salah satu ajang lari lintas alam paling ekstrim di dunia, karena peserta harus dapat berlari dengan kondisi kawasan kutub utara yang bersuhu dibawah 10 derajat Celsius.
Aki berharap keberhasilan Hendra Wijaya dapat mendorong perkembangan cabang olahraga lintas alam di Indonesia, sehingga akan lebih banyak pelari yang mampu membubuhkan nama mereka di berbagai kejuaraan cabang olahraga ini yang bergengsi di dunia.
“Dengan prestasi Hendra Wijaya dari Kota Bogor menyelesaikan kejuaraan lari trail ultra dunia, seperti UTMB (Ultra Trail du Mont Blanc), TDG, UTMF dan banyak lagi, bibit muda pelari trail dunia di Indonesia akan bertambah. Dengan demikian Indonesia akan bisa semakin mengukuhkan namanya di Dunia,” kata Aki kepada CNN Indonesia.

Foto-2 Kenangan :

Trail Running IndonesiaOlah-Ragawan Kota BogorAtlit IndonesiaKota Bogor

Ironman Distance TriathlonJawa BaratFun BikeAlumni SMPN 4 Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: