Tinggalkan komentar

Mulya Soepardi

bersama rekan

Gemar akan sepeda motor bermesin besar (moge).  Mulya Soepardi,  Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1964, menjadikannya salah satu hobby beliau mengendarai Harley Davidson (sebagai bikers).  Mulya Soepardi cocok dalam pergaulan, penampilan menjadi sporty, membuat siapa saja pasti melirik ketika ditunggangi. Banyak orang menganggap pengendara moge sebagai seorang bikers sejati, bahkan tidak menutup kemungkinan kita sendiri khan? Dengan menunggang kuda besi kebanggaan untuk berkomuter dari point A ke point B, yang terkadang hanya menempuh jarak 25 kilometerpun, sang rider sudah mentahbiskan dirinya sebagai bikers sejati. Ternyata paham bikers disini dengan dinegara barat sana akan sangat bertolak belakang lho. Seseorang akan dinobatkan sebagai bikers apabila dia sudah menganggap motor sebagai jiwanya dan hidup dari motor tersebut. Sedangkan disini, disekeliling kita, jika kita sudah melakukan rutinitas yang telah saya sebutkan diawal paragrap, maka secara spontan, orang yang bersangkutan akan berteriak lantang…”gw 100% bikers!!!…lha wong kemana-mana pakai motor”, apakah itu salah? tentu tidak. Keunikan bikers (Penggemar mengendara moge) adalah mereka selalu mengenakan jaket atau kaos bikers sebagai salah satu atribut wajib sehingga mereka dengan mudah dapat dikenal oleh kalangan bikers yang lain. Apalagi kalau sudah riding bersama rekan sepaham sealiran, wuihhhhh…seakan-akan jalan yang dilalui adalah milik kami sendiri, tanpa mengindahkan sesama pengguna jalan, masa bodoh dengan orang lain, dan yang terpenting mikir diri sendiri. Dengan semakin banyaknya rekan seperjalanan disekitarnya, terkadang biker yang nyalinya sekecil upil, bisa bertingkah layaknya jawara tangguh tanpa tanding. Siapa yang melawan bakal dilibas…wisss top deh pokoknya. Kalau namanya sudah hobi, apa pun dilakukan. Lebih dari itu, kami disini bukan lagi bikers moge yang suka arogan atau bergaya.  Tetapi kami sopan dan saling menghargai saudara seperjalanan, walaupun tanpa mengenal warna, kami menaruh respect yang dalam terhadap kawan sesama pengguna jalan. (ALUSPAT’60an)

H b H 1433H di Jl. Dr. Semeru BOGOR

PT BPR Amal Salman yang lebih dikenal dengan nama BPR Al Salaam, didirikan pada tanggal 9 Oktober 1991. Pendiriannya diprakarsai oleh para alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang aktif di Masjid Salman pada saat masih menjadi sebagai mahasiswa. Kebersamaan selama menimba ilmu di perguruan tinggi telah mendorong para alumni ini untuk melanjutkan kegiatan amalnya seperti yang telah dilakukan dahulu di Salman ITB dengan membentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial dengan nama Yayasan Amal Salman. Beliau sebagai salah satu Komisaris PT. BPRS Al Salaam Amal Salman sejak tahun 1995 hingga sekarang.  Selama periode 1974 hingga 2004, beliau berkarier pada perusahaan Mobil oil Indosesia Inc yang kemudian berubah nama menjadi Exxonmobil Oil Indonesia Inc. Cukup panjang career path di perusahaan ini (31 tahun) telah menduduki berbagai jabatan sebagai Drilling Engineer, Technical Support Project Drilling Engineering, Drilling Supervisor, Drilling Engineering Specialist, Purchasing Manager, Lead Drilling Engineer dan terakhir sebagai Government Liason Manager. Diluar perusahaan tersebut beliau juga aktive di perbankan sebagai Komisaris. Pada tahun 1995 sebagai Komisaris di PT. BPRS Al Salaam Amal Salman dan kemudian dipercaya sebagai Komisaris Utama sejak tahun 2014. PT BPRS Amal Salman yang lebih dikenal dengan nama BPRS Al Salaam adalah sebuah bank syariah, yang pendiriannya diprakarsai oleh para alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang aktif di Masjid Salman ITB pada saat masih menjadi sebagai mahasiswa. Kebersamaan selama menimba ilmu di perguruan tinggi telah mendorong para alumni ini untuk melanjutkan kegiatan amalnya seperti yang telah dilakukan dahulu di Masjid Salman ITB dengan membentuk lembaga keuangan beruba bank. dengan tujuan men generate uang untuk yang sebagian pendapatannya dipakai untuk sosial dan membantu pembangunan mesjid terutama Mesjid Salman ITB. Pendirian BPRS Al Salaam Amal Salman juga bertujuan untuk turut serta dalam pelayanan lembaga keuangan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, dengan corak khusus yaitu pelayanan perbankan dengan nafas keislaman.  Berbeda dari badan usaha swasta pada umumnya BPR Al Salaam merupakan usaha yang berlandaskan kebersamaan (Solidarity Corporate) yang tetap menjunjung tinggi profesionalisme. BPR Al Salaam hadir untuk memberikan pelayanan “retail banking” bagi kemajuan bersama sesuai dengan motto “Maju Dalam Kebersamaan”. (Website BPRS AlSalaam)

Sesepuh Aluspat Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: