Tinggalkan komentar

Sastiono

Dunia kedokteran Indonesia memasuki era baru. Hal ini setelah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta berhasil melakukan transplantasi atau cangkok hati terhadap dua penderita penyakit hati kronis beberapa waktu lalu. Adalah Dr Sastiono SpB SpBA, orang di balik sukses operasi transplantasi hati pertama di Indonesia tersebut. Beliau juga Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1970 (ALUSPAT’70).

DR Sastiono memimpin sekitar 33 dokter yang tergabung dalam sebuah tim khusus untuk melakukan transplantasi hati tersebut. Menanggapi keberhasilan ini, tim dokter RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang diketuai oleh Dr. Sastiono SpB, SpBA menjelaskan bahwa fasilitas dan peralatan pendukung bukan satu-satunya faktor penentu. Metode penanganan pra dan pasca operasi, kemampuan individu para dokter, serta komunikasi dan kelengkapan tim justru menjadi kunci keberhasilan tim dokter RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. “ Kami bekerja tidak secara individual melainkan sebuah tim. Kekompakan tim inilah yang jadi kunci sukses disamping dukungan doa dan kesiapan teknologi yang disiapkan “ ungkap Dr. Sastiono. Namun, pria bersahaja ini menolak jika disebut sebagai aktor utama kesuksesan transplantasi bersejarah tersebut. Sebab, para penderita penyakit hati yang tidak mungkin lagi disembuhkan hanya dengan meminum obat atau terapi saat ini bisa menjalani transplantasi atau cangkok hati tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri. Ketua tim dokter RSCM Dr Sastiono SpB SpBA mengatakan proses transplantasi hampir tidak menemui kendala berarti dan hambatan hanya ditemui dalam mencari donor untuk transplantasi. “Saat ini belum banyak masyarakat yang bersedia mendonorkan hatinya, ini disebabkan masih minimnya informasi yang tersosialisasikan di tengah masyarakat mengenai donor hati ini,” ujarnya.

Mereka telah bisa melakukanya di RSCM. Rumah sakit yang terletak di Jalan Diponegoro tersebut menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang sukses melakukan transplantasi hati. Dua pasiennya, Abdul Mukri (44tahun) dan Aulia Apriansyah (6 tahun) dengan diagnosa hepatitis akut berhasil diselamatkan nyawanya setelah melakukan transplantasi hati. Abdul Mukri menerima donor hati pada 13 Desember 2010 dari putrinya Annisa Azahra 18 tahun, sementara Aulia menerima donor dari sang ayah, Ariyanto. Pada awal Maret 2011 lalu, kedua pasien ini juga telah diperkenalkan ke publik. Kedepannya diharapkan ketersediaan donor tidak lagi menjadi kendala berarti dalam perkembangan kemajuan layanan transplantasi hati di Indonesia. Dengan begitu, layanan ini menjadi layanan yang mudah diperoleh khususnya bagi penderita gagal hati akut di Indonesia yang menurut data terbaru jumlahnya mencapai 20 juta jiwa.  (Indopos, Kompasiana)

.

Bersama Teman-2 Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1970

Bersama Teman-2 Alumni SMPN 4 BOGOR tahun 1970

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: